<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Amore87&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://amore87.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amore87.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Dec 2009 23:19:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='amore87.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Amore87&#039;s Blog</title>
		<link>http://amore87.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://amore87.wordpress.com/osd.xml" title="Amore87&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://amore87.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>kanker serviks</title>
		<link>http://amore87.wordpress.com/2009/12/22/kanker-serviks/</link>
		<comments>http://amore87.wordpress.com/2009/12/22/kanker-serviks/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 23:19:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amore87</dc:creator>
				<category><![CDATA[tahukah kamu ?]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[kanker servik]]></category>
		<category><![CDATA[servik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amore87.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Kanker serviks atau sering dikenal dengan kanker mulut rahim/kanker serviks  adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Gambar organ reproduksi wanita: Menurut Globacan (2002) di seluruh dunia setiap tahun ada 493.243 wanita terdiagnosa kanker [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=98&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kanker serviks </strong>atau sering dikenal dengan kanker mulut rahim/kanker serviks  adalah kanker yang terjadi pada <strong>servik uterus</strong>, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (<em>uterus</em>) dengan liang senggama (<em>vagina</em>).</p>
<p>Gambar organ reproduksi wanita:</p>
<p><a href="http://www.suaradokter.com/wp-content/uploads/2009/07/reproduksi-wanita.jpg"></a></p>
<p>Menurut Globacan (2002) di seluruh dunia setiap tahun ada 493.243 wanita terdiagnosa kanker serviks, 273.505 meninggal. Di dunia, lebih dari 700 wanita meninggal setiap hari karena kanker serviks. Di Indonesia, kanker serviks menempati urutan pertama kanker pada wanita.</p>
<p>Setiap hari di Indonesia ada 40 orang wanita terdiagnosa dan 20 wanita meninggal karena kanker serviks. Karena kanker serviks merupakan penyakit yang telah diketahui penyebabnya dan telah diketahui perjalanan penyakitnya. Ditambah juga sudah ada metode deteksi dini kanker serviks dan adanya pencegahan dengan vaksinasi, seharusnya angka kejadian dan kematian akibat kanker servik dapat diturun. Banyaknya kasus kanker serviks di Indonesia disebabkan pengetahuan tentang kanker servik yang kurang sehingga kesadaran masyarakat untuk deteksi dini pun masih rendah.</p>
<p><strong>PENYEBAB KANKER SERVIKS</strong></p>
<p>Hingga saat ini <em>Human Papilloma Virus</em> (HPV) merupakan penyebab 99,7% kanker serviks. Virus papilloma ini berukuran kecil, diameter virus kurang lebih 55 nm. Terdapat lebih dari 100 tipe HPV, HPV tipe 16, 18, 31, 33, 35, 45, 51, 52, 56 dan 58 sering ditemukan pada kanker maupun lesi pra kanker serviks. HPV tipe 16 dan 18 merupakan 70 % penyebab kanker serviks.</p>
<p>Sebenarnya sebagian besar virus HPV akan menghilang sendiri karena ada system kekebalan tubuh alami, tetapi ada sebagian yang tidak menghilang dan menetap. HPV yang menetap inilah yang menyebabkan perubahan sel leher rahim menjadi kanker serviks. Perjalanan kanker serviks dari infeksi HPV, tahap pre kanker hingga menjadi kanker serviks memakan waktu 10 – 20 thn.</p>
<p><strong>PERKEMBANGAN KANKER LEHER RAHIM</strong></p>
<p>Dari infeksi virus HPV sampai menjadi kanker serviks memerlukan waktu bertahun-tahun, bahkan lebih dari 10 tahun. Pada tahap awal infeksi virus akan menyebabkan perubahan sel-sel epitel pada mulut rahim, sel-sel menjadi tidak terkendali perkembangannya dan bila berlanjut akan menjadi kanker.</p>
<p>Pada tahan awal infeksi sebelum menjadi kanker didahului oleh adanya lesi prakanker yang disebut <em>Cervical Intraepthelial Neoplasia</em> (CIN) atau <em>Neoplasia Intraepitel Serviks</em> (NIS). Lesi prakanker ini berlangsung cukup lama yaitu memakan waktu antara 10 -  20 tahun. Dalam perjalanannya CIN I (NIS I) akan berkembang menjadi CIN II (NIS II) kemudian menjadi CIN III (NIS III) yang bila penyakit berlanjut maka akan berkembang menjadi kanker serviks.</p>
<p>Konsep regresi spontan serta lesi yang persiten menyatakan bahwa tidak semua lesi pra kanker akan berkembang menjadi lesi invasive atau kanker serviks, sehingga diakui masih banyak faktor yang mempengaruhi. CIN I (NIS I) hanya 12 % saja yang berkembang ke derajat yang lebih berat, sedangkan CIN II (NIS II) dan CIN III (NIS III) mempunyai risiko berkembang menjadi kanker invasif bila tidak mendapatkan penanganan.</p>
<p><strong>KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI</strong></p>
<p>2 bentuk kanker serviks yang paling sering dijumpai yaitu karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma. 85% merupakan karsinoma skuamosa (epidermoid), 10% merupakan jenis adenokarsinoma dan 5% merupakan adenoskuamosa, <em>clear cell</em>, <em>small cell</em> dan<em>verucous</em>.</p>
<p><strong>BAGAIMANA ORANG BISA TERKENA INFEKSI HPV?</strong></p>
<p>Setiap orang bisa terinfeksi HPV baik pada wanita maupun pria, infeksi HPV ditularkan melalui kontak kelamin, bukan hanya melalui hubungan seks. Infeksi ini mudah menular sehingga semua wanita yang sudah melakukan hubungan seks berisiko terkena kanker leher rahim. Resiko menderita kanker leher rahim meningkat pada wanita perokok, berganti-ganti pasangan seksual, menikah usia muda dan penderita dengan penurunan kekebalan tubuh/HIV+ (AIDS).</p>
<p><strong>GEJALA KANKER LEHER RAHIM</strong></p>
<p>Infeksi HPV tidak menimbulkan gejala, bahkan orang tidak menyadari bahwa dia sudah terinfeksi bahkan sudah menularkannya kepada orang lain.</p>
<p>Pada tahap/stadium awal (prekanker) tidak ada gejala yang jelas, setelah berkembang menjadi kanker timbul gejala-gejala keputihan yang tidak sembuh walaupun sudah diobati, keputihan yang keruh dan berbau busuk, perdarahan setelah berhubungan seks, perdarahan di luar siklus haid dan lain-lain. Pada stadium lanjut dimana sudah terjadi penyebaran ke organ-organ sekitar mungkin terdapat keluhan nyeri daerah panggul, sulit BAK, BAK berdarah dan lain-lain.</p>
<p><strong>DETEKSI DINI</strong></p>
<p><strong>Pap smear </strong>merupakan salah satu cara deteksi dini kanker leher rahim, test ini mendeteksi adanya perubahan-perubahan sel leher rahim yang abnormal, yaitu suatu pemeriksaan dengan mengambil cairan pada laher rahim dengan spatula kemudian dilakukan pemeriksaan dengan miroskop.</p>
<p>Saat ini telah ada teknik <em>thin prep</em> (<em>liquid base cytology</em>) adalah metoda <strong>pap smear </strong>yang dimodifikasi yaitu sel usapan serviks dikumpulkan dalam cairan dengan tujuan untuk menghilangkan kotoran, darah, lendir serta memperbanyak sel serviks yang dikumpulkan sehingga akan meningkatkan sensitivitas. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengunakan semacam sikat (<em>brush</em>) kemudian sikat dimasukkan ke dalam cairan dan<em>disentrifuge</em>, sel yang terkumpul diperiksa dengan mikroskop.</p>
<p><strong>Pap smear</strong> hanyalah sebatas skrining, bukan diagnosis adanya kanker serviks. Jika ditemukan hasil <strong>pap smear</strong> yang abnormal, maka dilakukan pemeriksaan standar berupa kolposkopi. Kolposkopi merupakan pemeriksaan dengan pembesaran (seperti mikroskop) yang digunakan untuk mengamati secara langsung permukaan serviks dan bagian serviks yang abnormal. Dengan kolposkopi akan tampak jelas lesi-lesi pada permukaaan servik, kemudian dilakukan biopsy pada lesi-lesi tersebut.</p>
<p>IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) tes merupakan alternatif skrining untuk kanker serviks. Tes sangat mudah dan praktis dilaksanakan, sehingga tenaga kesehatan non dokter ginekologi, bidan praktek dan lain-lain. Prosedur pemeriksaannya sangat sederhana, permukaan serviks/leher rahim diolesi dengan asam asetat, akan tampak  bercak-bercak  putih pada permukaan serviks yang tidak normal. Penanganan kanker serviks dilakukan sesuai stadium penyakit dan gambaran histopatologimnya. Sensitifitas <strong>pap smear </strong>yang dilakukan setiap tahun mencapai 90%.</p>
<p>Gambar teknik <strong>Pap Smear</strong>:</p>
<p><a href="http://www.suaradokter.com/wp-content/uploads/2009/07/papsmear.jpg"></a></p>
<p>Keterangan :</p>
<ol>
<li>Vagina dibuka dengan spekulum agar mulut rahim kelihatan;</li>
<li>Dilakukan usapan pada mulut rahim dengan spatel;</li>
<li>Spatel dioleskan ke obyek glas, kemudian diperiksa dengan mikroskop;</li>
<li>Metode berbasis cairan : usapan pada mulut rahim dilakukan dengan citobrush (sikat) &gt; sikat dimasukkan ke dalam cairan fiksasi,dibawa ke laboratorium &gt; diperiksa dengan miroskop.</li>
</ol>
<p><strong>PENANGANAN KANKER LEHER RAHIM</strong></p>
<p>Penanganan kanker leher dilakukan sesuai dengan stadiumnya. Pada tahap prekanker yaitu pada tahap CIN penanganan dilakukan dengan destruksi lokal pada mulut rahim. Sedangkan bila sudah pada tahap kanker penanganan yang dilakukan adalah pembedahan berupa pengangkatan rahim, kemoterapi dan radioterapi. Pada tahap kanker walaupun dilakukan penanganan yang semestinya angka kesembuhannya kecil sekali.</p>
<p><strong>PENCEGAHAN</strong></p>
<p>Menjaga perilaku seksual yang sehat dan melakukan skrining dan deteksi dini secara teratur merupakan langkah terbaik yang dapat dilakukan. Sekarang telah dikembangkan vaksin untuk mencegah kanker leher rahim, untuk menimbulkan kekebalan yang cukup diperlukan 3 kali penyuntikan vaksin.</p>
<p>Cegah kanker serviks sebelum terlambat. Lakukan deteksi dini dan pencegahan dengan vaksinasi. Anda terlalu berharga untuk keluarga dan orang di sekitar anda. Jangan sampai kanker serviks merenggut kebahagiaan dan impian-impian anda.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amore87.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amore87.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amore87.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amore87.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amore87.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amore87.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amore87.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amore87.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amore87.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amore87.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amore87.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amore87.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amore87.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amore87.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=98&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amore87.wordpress.com/2009/12/22/kanker-serviks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fba062a05312f072361c75ade51d375?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amore87</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cara mudah hidup sehat</title>
		<link>http://amore87.wordpress.com/2009/12/22/cara-mudah-hidup-sehat/</link>
		<comments>http://amore87.wordpress.com/2009/12/22/cara-mudah-hidup-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 23:15:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amore87</dc:creator>
				<category><![CDATA[tahukah kamu ?]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amore87.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Berjalan selama 10 menit per hari Tidak harus menghabiskan waktu satu jam bermandikan keringat di gym. Cukup dengan berjalan 10 menit sehari juga merupakan olahraga yang menyehatkan tubuh Anda. Penelitian membuktikan olahraga sekecil apapun akan berguna bagi kesehatan tubuh Anda. Parkir Mobil Anda dan Berjalanlah Saat Anda hendak ke toko atau suatu tempat, coba parkirkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=96&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berjalan selama 10 menit per hari<br />
Tidak harus menghabiskan waktu satu jam bermandikan keringat di gym. Cukup dengan berjalan 10 menit sehari juga merupakan olahraga yang menyehatkan tubuh Anda. Penelitian membuktikan olahraga sekecil apapun akan berguna bagi kesehatan tubuh Anda.</p>
<p>Parkir Mobil Anda dan Berjalanlah<br />
Saat Anda hendak ke toko atau suatu tempat, coba parkirkan mobil Anda sejauh mungkin dan berjalanlah menuju toko. Saat Anda ke mal, jangan kesal karena mendapat tempat parkir yang jauh karena Anda justru bisa berjalan (artinya berolahraga) menuju mall.</p>
<p>Olahraga Perut Pagi Hari<br />
Sebelum Anda bangun di pagi hari dan memulai aktivitas, coba lakukan sit up sebanyak 10 kali di tempat tidur Anda. Pasang weker Anda 15 menit lebih awal dan tambahkan satu kali sit up saat bangun keesokan harinya. Percaya atau tidak, suatu hari Anda akan bangun dan melakukan sit up sebanyak 100 kali.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amore87.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amore87.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amore87.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amore87.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amore87.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amore87.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amore87.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amore87.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amore87.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amore87.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amore87.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amore87.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amore87.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amore87.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=96&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amore87.wordpress.com/2009/12/22/cara-mudah-hidup-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fba062a05312f072361c75ade51d375?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amore87</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tindik kelamin bikin gak fit</title>
		<link>http://amore87.wordpress.com/2009/12/03/tindik-kelamin-bikin-gak-fit/</link>
		<comments>http://amore87.wordpress.com/2009/12/03/tindik-kelamin-bikin-gak-fit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 01:22:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amore87</dc:creator>
				<category><![CDATA[tahukah kamu ?]]></category>
		<category><![CDATA[bikin g fit]]></category>
		<category><![CDATA[fit]]></category>
		<category><![CDATA[kelamin]]></category>
		<category><![CDATA[tindik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amore87.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Dalam artikel di jurnal kedokteran The Lancet, Aglaja Stim, MG, Asisten Direktur Frackfurt University Teaching Hospital for Psychosomatic Medicine and Psychotherapy, Jerman, mengatakan bahwa kalangan medis harus mempelajari lebih banyak tentang fenomena tindik pada genital. Berdasarkan survei yang dilakukannya, konfirmasi tentang tindik pada alat kelamin pria berasal dari suku-suku di Kalimantan, yang memasang tulang di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=92&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/DOCUME%7E1/UserXP/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" />Dalam artikel di jurnal kedokteran <em>The Lancet,</em> Aglaja Stim, MG, Asisten Direktur Frackfurt University Teaching Hospital for Psychosomatic Medicine and Psychotherapy, Jerman, mengatakan bahwa kalangan medis harus mempelajari lebih banyak tentang fenomena tindik pada genital.</p>
<p>Berdasarkan survei yang dilakukannya, konfirmasi tentang tindik pada alat kelamin pria berasal dari suku-suku di Kalimantan, yang memasang tulang di ujung penisnya. Dalam kitab <em>Kamasutra,</em> teks berbahasa Sansekerta yang berisi kiat-kiat bercinta dan sensualitas pada masyarakat Hindu, terdapat catatan tentang penis yang berhiaskan permata.</p>
<p>Budaya menghias alat kelamin itu bukan hanya dilakukan pria. Banyak wanita juga memasang anting-anting atau subang di puting susu ataupun di bibir vagina atau klitoris. Tujuan pemasangan perhiasan itu tak lain demi merasakan kepuasan seksual yang luar biasa. Namun, alih-alih mencecap puncak kenikmatan bercinta, malah petaka yang didapat.</p>
<p>Simak saja kasus Dewa (33), yang menindik ujung penisnya dengan alasan untuk memuasakan pasangan di ranjang. &#8220;Saya disarankan oleh teman. Katanya, tindik di kelamin bisa menambah vitalitas, bisa menambah kenikmatan, bahkan ukuran alat kelamin,&#8221; ucap karyawan di sebuah hotel berbintang lima ini.</p>
<p>Memang benar, beberapa bulan pertama setelah ditindik Dewa mendapatkan kenikmatan lebih dalam urusan ranjang. Namun, setelah itu Dewa mulai merasa ada yang aneh pada kelaminnya. &#8220;Saya kok jadi susah ereksi. Lalu, jika sedang bercinta, jadi lebih cepat ejakulasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Apalagi, &#8220;jimat kecilnya&#8221; itu sekarang sering mengeluarkan cairan tanpa ada pemicunya. &#8220;Jadi, suka keluar cairan seperti air mani. Padahal, saya tidak dalam keadaan terangsang. Ini mengganggu banget. Saya jadi harus siap cadangan celana dalam jika ke kantor,&#8221; paparnya.</p>
<p>Karena merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut, Dewa pun memeriksakan diri ke dokter dan meminta agar tindikannya dilepas. &#8220;Ya, memang sudah dilepas sih, tapi tetap saja masih sering keluar cairan. Kemampuan ereksi saya pun belum normal lagi,&#8221; katanya menyesali diri.</p>
<p><strong>Bikin impoten</strong><br />
Dr H Samino, SpS(K) dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia menjelaskan, tindik di kelamin beresiko mematikan saraf-saraf penting di bagian tersebut. &#8220;Tidak heran jika pria ini akan mengalami gangguan ereksi. Mungkin saja saraf yang mengatur ereksi terkena masalah,&#8221; katanya.</p>
<p>Tindik kelamin bisa merusak pembuluh darah di penis. &#8220;Bisa susah ereksi dan ejakulasi dini itu karena terganggunya aliran darah di penis. Meski tindikannya sudah dilepas, saraf dan pembuluh darah yang rusak tidak otomatis sembuh total. Besar kemungkinan ada yang rusak permanen,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Menurut Strin, efek samping yang umum terjadi adalah infeksi yang akan menyebar dan menyebabkan masalah berat. Bila alat tindik tidak steril bisa menyebarkan penyakit tetanus, tuberkulosis, hepatitis, HIV, dan penyakit menular seksual yang lain.</p>
<p>Pemakaian anting di kelamin potensial merobek kondom sehingga bisa terjadi kehamilan yang tak diinginkan, juga penularan penyakit seksual. Tindik jika dilakukan oleh yang bukan ahlinya juga bisa menimbulkan perdarahan. &#8220;Bisa juga impoten bila mengenai jaringan yang berkaitan dengan kemampuan ereksi,&#8221; ujar Strin.</p>
<p>Tindik di klitoris potensial menimbulkan luka atau menyempitnya saluran kemih <a id="pilih">perempuan</a>. Selain merugikan diri sendiri, tindik kelamin tentu bisa mencelakakan pasangan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amore87.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amore87.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amore87.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amore87.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amore87.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amore87.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amore87.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amore87.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amore87.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amore87.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amore87.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amore87.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amore87.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amore87.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=92&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amore87.wordpress.com/2009/12/03/tindik-kelamin-bikin-gak-fit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fba062a05312f072361c75ade51d375?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amore87</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/UserXP/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>sejarah olahraga</title>
		<link>http://amore87.wordpress.com/2009/12/03/sejarah-olahraga-3/</link>
		<comments>http://amore87.wordpress.com/2009/12/03/sejarah-olahraga-3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 01:11:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amore87</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[fifa]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amore87.wordpress.com/2009/12/03/sejarah-olahraga-3/</guid>
		<description><![CDATA[Asal muasal sejarah munculnya olahraga sepak bola masih mengundang perdebatan. Beberapa dokumen menjelaskan bahwa sepak bola lahir sejak masa Romawi, sebagian lagi menjelaskan sepak bola berasal dari tiongkok. FIFA sebagai badan sepak bola dunia secara resmi menyatakan bahwa sepak bola lahir dari daratan Cina yaitu berawal dari permainan masyarakat Cina abad ke-2 sampai dengan ke-3 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=90&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asal muasal sejarah munculnya olahraga sepak bola masih mengundang perdebatan. Beberapa dokumen menjelaskan bahwa sepak bola lahir sejak masa Romawi, sebagian lagi menjelaskan sepak bola berasal dari tiongkok. FIFA sebagai badan sepak bola dunia secara resmi menyatakan bahwa sepak bola lahir dari daratan Cina yaitu berawal dari permainan masyarakat Cina abad ke-2 sampai dengan ke-3 SM. Olah raga ini saat itu dikenal dengan sebutan “tsu chu “.  Dalam salah satu dokumen militer menyebutkan, pada tahun 206 SM, pada masa pemerintahan Dinasti Tsin dan Han, masyarakat Cina telah memainkan bola yang disebut tsu chu. Tsu sendiri artinya “menerjang bola dengan kaki”. sedangkan chu, berarti “bola dari kulit dan ada isinya”. Permainan bola saat itu menggunakan bola yang terbuat dari kulit binatang, dengan aturan menendang dan menggiring dan memasukkanya ke sebuah jaring yang dibentangkan diantara dua tiang.  Versi sejarah kuno tentang sepak bola yang lain datangnya dari negeri Jepang, sejak abad ke-8, masyarakat disana telah mengenal permainan bola. Masyarakat disana menyebutnya dengan: Kemari. Sedangkan bola yang dipergunakan adalah kulit kijang namun ditengahnya sudah lubang dan berisi udara.  Menurut Bill Muray, salah seorang sejarahwan sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, permainan sepak bola sudah dikenal sejak awal Masehi. Pada saat itu, masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal teknik membawa dan menendang bola yang terbuat dari buntalan kain linen.  Sisi sejarah yang lain adalah di Yunani Purba juga mengenal sebuah permainan yang disebut episcuro, tidak lain adalah permainan menggunakan bola. Bukti sejarah ini tergambar pada relief-relief museum yang melukiskan anak muda memegang bola dan memainkannya dengan pahanya.  Sejarah sepak bola modern dan telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak, asal muasalnya dari Inggris, yang dimainkan pada pertengahan abad ke-19 pada sekolah-sekolah. Tahun 1857 beridiri klub sepak bola pertama di dunia, yaitu: Sheffield Football Club. Klub ini adalah asosiasi sekolah yang menekuni permainan sepak bola.  Pada tahun 1863, berdiri asosiasi sepak bola Inggris, yang bernama Football Association (FA). Badan ini yang mengeluarkan peraturan permainan sepak bola, sehingga sepak bola menjadi lebih teratur, terorganisir, dan enak untuk dinikmati penonton.  Selanjutnya tahun 1886 terbentuk lagi badan yang mengeluarkan peraturan sepak bola modern se dunia, yaitu: International Football Association Board (IFAB). IFAB dibentuk oleh FA Inggris dengan Scottish Football Association, Football Association of Wales, dan Irish Football Association di Manchester, Inggris.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amore87.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amore87.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amore87.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amore87.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amore87.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amore87.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amore87.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amore87.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amore87.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amore87.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amore87.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amore87.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amore87.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amore87.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=90&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amore87.wordpress.com/2009/12/03/sejarah-olahraga-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fba062a05312f072361c75ade51d375?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amore87</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kebutuhan karbohidrat</title>
		<link>http://amore87.wordpress.com/2009/12/01/kebutuhan-karbohidrat/</link>
		<comments>http://amore87.wordpress.com/2009/12/01/kebutuhan-karbohidrat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 12:39:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amore87</dc:creator>
				<category><![CDATA[porto folio]]></category>
		<category><![CDATA[karbohidrat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amore87.wordpress.com/2009/12/01/kebutuhan-karbohidrat/</guid>
		<description><![CDATA[Mekanisme Penyediaan Dan Penggunaan Karbohidrat Selama Latihan Produksi adenosine triphosphate (ATP) selama kerja otot yang intensif tergantung dari ketersediaan glikogen otot dan glukosa darah. Aktifitas fisik yang ringan mungkin dapat dihasilkan dengan sumber karbohidrat yang rendah. Namun tidak mungkin memenuhi kebutuhan ATP dan untuk mempertahankan tekanan kontraktil yang dibutuhkan otot untuk penampilan fisik yang lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=85&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mekanisme Penyediaan Dan Penggunaan Karbohidrat Selama Latihan</p>
<p>Produksi adenosine triphosphate (ATP) selama kerja otot yang intensif tergantung dari ketersediaan glikogen otot dan glukosa darah. Aktifitas fisik yang ringan mungkin dapat dihasilkan dengan sumber karbohidrat yang rendah. Namun tidak mungkin memenuhi kebutuhan ATP dan untuk mempertahankan tekanan kontraktil yang dibutuhkan otot untuk penampilan fisik yang lebih tinggi jika sumber energi ini habis.</p>
<p>Jaringan otot merupakan simpanan glikogen yang utama (400 g; 6,7 MJ), kemudian hati (70 g; 1,2 MJ) dan glukosa darah (2,5 g; 342 kJ). Jumlah ini dapat bervariasi diantara individu, dan tergantung faktor seperti intake atau asupan makanan. Walaupun karbohidrat bukan satu-satunya sumber energi, namun karbohidrat lebih dibutuhkan sebagai sumber energi otot untuk aktifitas fisik yang tinggi.<br />
Kandungan glikogen otot pada individu yang tidak terlatih diperkirakan 70-110 mmol/kg berat otot. Di lain pihak atlet endurance yang terlatih dengan diet campuran dengan istirahat sehari, mungkin mempunyai kandungan glikogen otot 130-230 mmol/kg berat otot.</p>
<p>Penggunaan glikogen otot selama aktifitas fisik dipengaruhi berbagai faktor, misalnya intensitas latihan (latihan dengan intensitas tinggi, penggunaan glikogen meningkat), diet sebelum latihan (semakin tinggi simpanan glikogen, semakin lama atlet dapat melakukan latihan). Diet tinggi karbohidrat selama 3 hari menghasilkan simpanan glikogen sebanyak 200 mmol/kg berat otot, dengan lama latihan 170 menit.</p>
<p>Simpanan glikogen hati memainkan peranan yang penting dalam mempertahankan kadar glukosa darah selama masa istirahat (diantara waktu makan utama) dan selama latihan. Kadar glikogen hati dapat habis selama masa puasa yang lama (15 jam) dan dapat menyimpan 490 mmol glikogen dengan diet campuran sampai 60 mmol glikogen dengan diet rendah karbohidrat. Konsumsi makanan tinggi karbohidrat dapat meningkatkan glikogen kurang lebih 900 mmol. Namun karena simpanan glikogen hati ini sifatnya labil, disarankan agar latihan yang lama dilakukan 1-4 jam setelah makan makanan sumber karbohidrat yang terakhir. Jika latihan yang lama dilakukan pada pagi hari setelah puasa semalam, maka diet tinggi karbohidrat harus dikonsumsi pada tengah malam.</p>
<p>3. Faktor Yang Mempengaruhi Simpanan Glikogen Otot</p>
<p>Jumlah karbohidrat</p>
<p>Berdasarkan berbagai penelitian terlihat bahwa kecepatan simpanan glikogen yang maksimal terjadi ketika 0,7-1,0 g/kg BB karbohidrat dikonsumsi setiap 2 jam pada tahap awal proses pemulihan, atau total asupan karbohidrat 8-10 g/kg BB/24 jam. Jumlah karbohidrat ini dapat digambarkan dengan asupan karbohidrat 500-800 g/hari untuk rata-rata atlit atau dalam presentase 65-70% dari total energi untuk atlet dengan latihan yang berat.</p>
<p>Besarnya pengosongan glikogen</p>
<p>Kecepatan simpanan glikogen paling besar terjadi pada jam-jam pertama masa pemulihan setelah latihan, ketika pengosongan otot terjadi maksimal dibandingkan jika pengosongan otot hanya sedikit.<br />
Waktu konsumsi karbohidrat</p>
<p>Kegagalan mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat segera pada tahap pemulihan akan menghambat penyimpanan glikogen. Hal ini disebabkan kegagalan mengambil keuntungan waktu peningkatan sintesa glikogen langsung setelah latihan dihentikan, serta karena penundaan penyediaan makanan bagi sel otot. Hal ini penting ketika waktu antar latihan hanya 6-8 jam, namun sedikit efeknya jika waktu pemulihan lebih lama (24-48 jam). Sintesa glikogen tidak dipengaruhi oleh frekuensi makan (porsi kecil tapi sering atau porsi besar sekaligus). Atlet disarankan untuk memilih jadwal makan yang praktis dan nyaman; porsi kecil tapi sering mungkin bermanfaat untuk mengatasi problem makan makanan tinggi karbohidrat yang volumenya besar (“Bulky”).</p>
<p>Jenis karbohidrat</p>
<p>Pemberian makanan sumber glukosa dan sukrosa setelah latihan yang lama menghasilkan pemulihan glikogen otot yang sama, sedangkan fruktosa menghasilkan simpanan yang lebih rendah. Penelitian menunjukkan pada 24 jam pertama karbohidrat sederhana dan komplek menghasilkan simpanan glikogen yang sama, kemudian pada 24 jam berikutnya intake karbohidrat komplek menghasilkan simpanan glikogen yang lebih banyak. Penelitian lain memperlihatkan bahwa konsumsi karbohidrat sederhana akan meningkatkan simpanan glikogen pada 6 jam setelah latihan. Sebagai tambahan penelitian oleh Burke (1993) memperlihatkan bahwa diet dengan indeks glikemik yang tinggi akan meningkatkan simpanan glikogen pada 24 jam pemulihan setelah latihan berat, dibandingkan dengan pemberian diet dengan indeks glikemik yang rendah. Klasifikasi karbohidrat sederhana dan komplek tidak sama dengan makanan yang indeks glikemiknya tinggi dan rendah. Ada karbohidrat komplek yang indeks glikemiknya tinggi misal kentang, roti. Dilain pihak karbohidrat sederhana misal fruktosa indeks glikemiknya rendah. Pada prinsipnya simpanan glikogen otot mencapai yang terbaik jika mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat yang menghasilkan glukosa yang cukup cepat pada aliran darah.</p>
<p>4. Faktor Yang Mempengaruhi Simpanan Glikogen Hati</p>
<p>Waktu makan makanan sumber karbohidrat</p>
<p>Puasa semalam dapat menurunkan simpanan glikogen hati dan mempengaruhi penampilan atlet jika latihan dilakukan dalam waktu lama. Untuk menjamin tingginya simpanan glikogen hati untuk menjalani latihan tsb, dianjurkan makanan terakhir dimakan tidak lebih dari 2-6 jam sebelum latihan. Hal ini mungkin tidak praktis untuk atlet yang akan latihan pada pagi dini hari. Pada kasus ini makanan terakhir yang dimakan malam sebelumnya sebaiknya mengandung banyak karbohidrat.</p>
<p>Jenis karbohidrat</p>
<p>Konsumsi makanan yang mengandung fruktosa akan meningkatkan kecepatan sintesa glikogen hati dibandingkan dengan glukosa. Oleh karena itu untuk memaksimalkan simpanan glikogen hati, makanan yang tinggi fruktosa (buah, jus buah) harus termasuk di dalam diet selama masa pemulihan.</p>
<p>5. Karbohidrat Dan Persiapan Pertandingan</p>
<p>Pada jenis olahraga “Endurance” (daya tahan) dengan intensitas yang tinggi seperti maraton, triatlon dan cross country sangat membutuhkan simpanan glikogen daripada olahraga “Non-endurance” dimana intensitasnya rendah, atau tinggi hanya untuk waktu yang pendek misalnya senam, ski, lari jarak pendek, sepakbola, bolabasket.</p>
<p>Simpanan glikogen yang normal cukup atau adekuat untuk olahraga non endurance. Hal ini dapat dicapai dengan mengkonsumsi secara teratur diet tinggi karbohidrat (7-10 g CHO/kg BB/hari atau 55-70% CHO dari total energi), kemudian dilanjutkan mengurangi latihan dan meningkatkan konsumsi karbohidrat 10 g/kg BB/hari 24-36 jam sebelum bertanding. Sayangnya kebiasaan makan atlet tidak dapat memenuhi asupan CHO ini, sehingga simpanan glikogen menjadi rendah.</p>
<p>Pada olahraga non endurance yang dapat digambarkan dengan lama latihan terus menerus 90 menit) dan ultra endurance (&gt; 4 jam), simpanan glikogen yang normal tidak akan memenuhi. Untuk mengatasi hal ini dikenal tehnik yang dinamakan “Carbohydrate Loading” yang dapat meningkatkan simpanan glikogen 200-300%, dimana kelelahan dapat ditunda  dan penampilan atlet dapat ditingkatkan.</p>
<p>6. Glikogen Atau Karbohidrat Loading</p>
<p>Cara yang asli (Astrand’s carbohydrate loading)<br />
•	Tujuh hari sebelum bertanding dilakukan latihan yang berat (hari 1) untuk menghabiskan simpanan glikogen<br />
•	Kemudian pada hari ke 2-4 diberikan diet rendah karbohidrat tinggi protein dan lemak untuk memenuhi kebutuhan energi, namun mencegah pengisian glikogen<br />
•	Pada hari ke 5-7 sebelum bertanding diberi diet tinggi karbohidrat (70% dari total energi) untuk memaksimalkan glikogen ke dalam otot yang habis glikogennya. Pada masa ini latihan dikurangi untuk menurunkan penggunaan glikogen otot dan menjamin simpanan yang maksimal pada hari pertandingan (hari ke <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Cara ini dapat meningkatkan simpanan glikogen dari kadar normal (80-100 mmol/kg BB) menjadi 200 mmol/kg BB. Manfaat dari karbohidrat loading ini dapat menunda kelelahan (dikenal dengan istilah “Hitting the wall” sampai 90-120 menit, dan dapat mencegah hipoglikemia (dikenal dengan istilah “Bonking”</p>
<p>Kelemahan Cara Karbohidrat Loading yang asli</p>
<p>Kenaikan BB mungkin terjadi pada fase diet tinggi karbohidrat, sebesar 2,1-3,5 kg berasal dari kenaikan simpanan air bersamaan dengan simpanan glikogen. Sementara ekstra glikogen dan air dapat menghilangkan rasa letih dan kemungkinan dehidrasi selama pertandingan, juga dapat menambah ekstra BB yang dapat mempengaruhi olahraga yang memperhatikan kecepatan, kelenturan daripada daya tahan.</p>
<p>Fase diet rendah karbohidrat dapat memberi efek samping seperti kelelahan, mual, ketosis, BB menurun, pengeluaran sodium dan air meningkat. Untuk mengurangi efek samping ini maka dilakukan modifikasi karbohidrat loading yang asli dengan menghilangkan fase diet rendah karbohidrat.</p>
<p>Karbohidrat loading yang dimodifikasi</p>
<p>Modifikasi karbohidrat loading dilakukan dengan menghilangkan fase latihan yang berat serta pembatasan karbohidrat. Enam (6) hari sebelum pertandingan, diberikan makanan dengan tinggi karbohidrat (70% dari total energi) diikuti dengan jadwal latihan yang sedang selama 3 hari, dilanjutkan 3 hari dengan latihan ringan. Kenaikan konsentrasi glikogen otot diperoleh sebesar 130-205 mmol/kg BB dibandingkan dengan 80-212 mmol/kg BB dengan cara Astrand. Selain itu penghilangan latihan yang keras serta pembatasan karbohidrat, akan menurunkan resiko luka dan efek samping.</p>
<p>Atlet dan pelatih perlu memperhatikan kebutuhan latihan dan diet untuk memaksimalkan karbohidrat loading. Sementara kadar glikogen dapat ditingkatkan dalam waktu 24 jam dengan diet tinggi karbohidrat (7-10 g/kg BB atau 70-85% dari total energi), diperlukan waktu 3 – 5 hari untuk mencapai kadar yang maksimal. Tiga (3) hari diet tinggi karbohidrat umumnya dirasakan cukup untuk kompetisi dan juga untuk meminimalkan lipogenesis.</p>
<p>Jenis karbohidrat yang dikonsumsi atlet pada setiap kali makan utamanya harus berasal dari makanan sumber karbohidrat yang bergizi, namun makanan tsb volumenya besar (bulky) sehingga dapat mempengaruhi asupan yang adekuat atau meningkatkan frekuensi buang air besar. Penggunaan gula dan bentuk karbohidrat lain yang padat dapat menjamin konsumsi energi dan karbohidrat  yang adekuat. Mengurangi jumlah serat atau pemberian makanan cair mungkin dapat dilakukan.</p>
<p>Daftar Makanan dengan kandungan 50 g karbohidrat – rendah lemak</p>
<p>Nama Makanan	Berat</p>
<p>Roti dan serealia<br />
Nasi	1 gelas (125 g)<br />
Roti	4 iris (90 g)<br />
Mie kering	1,25 gelas (60 g)<br />
Bihun	¾ gelas (60 g)<br />
Ubi jalar	1 bj besar/2 bj kecil (170 g)<br />
Singkong	1 ptg besar/2 ptg kecil (150 g)<br />
Krackers	6 bh besar (60 g)<br />
Muffin	1,5 sdg<br />
Pancakes	3 bh</p>
<p>Produk susu<br />
Susu skim	12 sdm<br />
Yoghurt – buah (skim)	400 g<br />
Yoghurt – natural (skim)	800 g<br />
	Berlanjut ……<br />
Lanjutan …</p>
<p>Sayuran<br />
Jagung	4 tongkol<br />
Kentang	2,5 sdg/3 kecil (260 g)<br />
Bayam	5 gelas (500 g)<br />
Daun singkong	5 gelas (500 g)</p>
<p>Buah<br />
Pisang	2 bh sdg/4 bh kecil<br />
Mangga	3 bh sdg (360 g)<br />
Lanjutan ….<br />
Nenas	1 bh sdg (360 g)<br />
Pepaya	4 ptg besar (500 g)<br />
Kismis	4,5 sdm</p>
<p>Minuman, snack dll<br />
Madu	2 sdm<br />
Jam	3 sdm<br />
Jus jeruk	600 ml (2-3 gls)<br />
Softdrink	450 ml<br />
Getuk singkong	100 g<br />
Getuk pisang	125 g<br />
Bika ambon	100 g<br />
Dodol bali	75 g<br />
Koya mirasa	75 g<br />
Yangko	100 g</p>
<p>Contoh Diet Carbohydrate Loading</p>
<p>Menu Makanan	Berat (g)<br />
Makan Pagi:<br />
•	Nasi	200 g (1 piring)<br />
•	Mapo tahu	100 g (mgk sdg)<br />
•	Cah sayur	100 g (1 mgk)<br />
•	Buah pisang	100 g (1 buah)<br />
•	Susu	20 g (1 gelas)<br />
•	Jus buah	300 ml (1 gelas besar)</p>
<p>Pukul 10.00:</p>
<p>•	Getuk singkong	50 g (2 ptg kcl)<br />
•	Pancake + madu	1 bh sdg<br />
•	Jus buah	300 ml (1 gls besar)</p>
<p>Makan Siang:<br />
•	Nasi	300 g (1 piring penuh)<br />
•	Sayur asem	100 g (1 mgk)<br />
•	Empal/ikan mas goreng	50 g (1 ptg sdg)<br />
•	Oseng oncom cabe hijau	50 g (1 mgk sdg)<br />
•	Selada buah	200 g (2 mgk sdg)<br />
•	Jus buah	300 ml (1 gls besar)</p>
<p>Pukul 16.00:<br />
•	Bika ambon	50 g (1 ptg sdg)<br />
•	Yangko	50 g (3 bh)<br />
•	Jus buah	300 ml (1 gls besar)</p>
<p>Makan malam:<br />
•	Nasi	300 g<br />
•	Capcay sayuran + ayam	150 g (1 mgk besar)<br />
•	Selada buah	200 g (2 mgk sdg)<br />
•	Jus buah	300 ml (1 gls besar)</p>
<p>Pukul 21.00:<br />
•	Roti isi pisang panggang + madu	50 g (1 tangkep)<br />
•	Susu	20 g (1 gelas)</p>
<p>Analisa Diet :<br />
•	Energi	4000 Kalori<br />
•	Protein	100 g (10%)<br />
•	Lemak	45 g (10%)<br />
•	Karbohidrat	800 g (80%)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amore87.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amore87.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amore87.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amore87.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amore87.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amore87.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amore87.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amore87.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amore87.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amore87.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amore87.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amore87.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amore87.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amore87.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=85&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amore87.wordpress.com/2009/12/01/kebutuhan-karbohidrat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fba062a05312f072361c75ade51d375?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amore87</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>aku&#8230;&#8230;&#8230;.</title>
		<link>http://amore87.wordpress.com/2009/11/26/aku/</link>
		<comments>http://amore87.wordpress.com/2009/11/26/aku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 13:45:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amore87</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amore87.wordpress.com/2009/11/26/aku/</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; wel&#8230;come prend&#8221;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=80&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8221; wel&#8230;come prend&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amore87.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amore87.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amore87.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amore87.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amore87.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amore87.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amore87.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amore87.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amore87.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amore87.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amore87.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amore87.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amore87.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amore87.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=80&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amore87.wordpress.com/2009/11/26/aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fba062a05312f072361c75ade51d375?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amore87</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kebutuhan kalori mahasiswa FIK UM semester 5</title>
		<link>http://amore87.wordpress.com/2009/11/26/kebutuhan-kalori-mahasiswa-fik-um-semester-5/</link>
		<comments>http://amore87.wordpress.com/2009/11/26/kebutuhan-kalori-mahasiswa-fik-um-semester-5/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 13:22:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amore87</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliahku]]></category>
		<category><![CDATA[energi]]></category>
		<category><![CDATA[FIK UM]]></category>
		<category><![CDATA[gizi]]></category>
		<category><![CDATA[kalori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amore87.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Latar Belakang Energi merupakan sumber pokok dalam bergerak.setiap aktifitas manusia memerlukan energi baik aktivitas berat maupun ringan.kebutuhan energi setiap manusia dapat disesuaikan dengan asupan gizi yang diperoleh. Makanan untuk seseorang harus mengandung zat gizi sesuai dengan yang dibutuhkan untuk aktifitas sehari-hari dan olahraga. Makanan harus mengandung zat gizi penghasil energi yang jumlahnya tertentu (Dadang Primana,1991). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=76&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		H1 { margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; text-align: justify } 		H1.western { font-family: "Arial", sans-serif; font-size: 12pt } 		H1.cjk { font-family: "Lucida Sans Unicode"; font-size: 12pt } 		H1.ctl { font-family: "Tahoma"; font-size: 10pt; font-weight: medium } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Latar Belakang</p>
<p>Energi merupakan sumber pokok dalam bergerak.setiap aktifitas manusia memerlukan energi baik aktivitas berat maupun ringan.kebutuhan energi setiap manusia dapat disesuaikan dengan asupan gizi yang diperoleh.<span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><em>Makanan untuk seseorang  harus mengandung zat gizi sesuai dengan yang dibutuhkan untuk aktifitas sehari-hari dan olahraga. Makanan harus mengandung zat  gizi penghasil energi yang jumlahnya tertentu </em>(Dadang Primana,1991).</p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Gerakan tubuh saat melakukan olahraga dapat terjadi karena otot berkontraksi. Olahraga aerobik dan anaerobik, keduanya memerlukan asupan energi.Penetapan kebutuhan energi secara tepat tidak sederhana dan sangat sulit. Perkembangan ilmu pengetahuan sekarang hanya dapat menghitung kebutuhan energi berdasarkan energi yang dikeluarkan.Besarnya kebutuhan energi tergantung dari energi yang digunakan setiap hari. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Kebutuhan energi dapat dihitung dengan memperhatikan beberapa komponen penggunaan energi. Komponen-komponen tersebut yaitu </span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><em>basal metabolic rate (BMR), specific dynamic action (SDA)</em></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;">, aktifitas fisik dan faktor pertumbuhan.Penghitungan energi dapat dijadikan sebagai acuan pemenuhan gizi seseorang sesuai jadwal aktivitas masing-masing.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Topik Bahasan</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Berapa 	energi yang diperlukan tubuh sesuai aktivitas ?</span></li>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Bagaimana 	cara menghitung kebutuhan energi yang dibutuhkan ?</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Mengapa 	mahasiswa FIK UM semester V perlu mengetahui dan menghitung 	kebutuhan energinya  ?</span></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Tujuan </span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Menjelaskan 	kebutuhan energi sesuai aktivitas</span></li>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Menjelaskan 	cara menghiting kebutuhan energi</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Menjelaskan 	penghitungan kebutuhan energi mahasiswa FIK UM semester V</span></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">BAB II</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Pembahasan</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><strong>1.Kebutuhan Energi</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><strong>Basal 	Metabolisme</strong></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Metabolisme  basal adalah banyaknya energi yang dipakai untuk aktifitas jaringan tubuh sewaktu istirahat jasmani dan rohani. Energi tersebut dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi vital tubuh berupa metabolisme makanan, sekresi enzim, sekresi hormon, maupun berupa denyut jantung, bernafas, pemeliharaan tonus otot, dan pengaturan suhu tubuh.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Metabolisme basal ditentukan dalam keadaan individu istirahat  fisik dan mental yang sempurna. Pengukuran metabolisme basal dilakukan dalam ruangan bersuhu nyaman setelah puasa 12 sampai 14 jam (keadaan postabsorptive). Sebenarnya taraf metabolisme basal ini tidak benar-benar basal. Taraf metabolisme pada waktu tidur ternyata lebih rendah dari pada taraf metabolisme basal, oleh karena selama tidur otot-otot terelaksasi lebih sempurna. Apa yang dimaksud basal disini ialah suatu kumpulan syarat standar yang telah diterima dan diketahui secara luas.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Metabolisme basal dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu jenis kelamin, usia, ukuran dan komposisi tubuh, faktor pertumbuhan. Metabolisme basal juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan keadaan emosi atau stres.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Orang dengan berat badan yang besar dan proporsi lemak yang sedikit mempunyai Metabolisme basal lebih besar dibanding dengan orang yang mempunyai berat badan yang besar tapi proporsi lemak yang besar. Demikian pula, orang dengan berat badan yang besar dan proporsi lemak yang sedikit mempunyai Metabolisme basal yang lebih besar dibanding dengan orang yang mempunyai berat badan kecil dan proporsi lemak sedikit.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Metabolisme basal seorang laki-laki lebih tinggi dibanding dengan wanita. Umur juga mempengaruhi metabolisme basal dimana umur yang lebih muda mempunyai metabolisme basal lebih besar dibanding yang lebih tua. Rasa gelisah dan ketegangan, misalnya saat  bertanding menghasilkan metabolisme basal 5% sampai 10% lebih besar. Hal ini terjadi karena sekresi hormon epinefrin yang meningkat, demikian pula tonus otot meningkat.</span></p>
<h1><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Tabel 1. BMR untuk laki-laki berdasarkan berat badan</span></h1>
<dl>
<dd>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="433" rules="COLS">
<col width="57"></col>
<col width="76"></col>
<col width="64"></col>
<col width="88"></col>
<col width="76"></col>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="57" bgcolor="#e5e5e5">Jenis kelamin</td>
<td width="76" bgcolor="#e5e5e5">Berat badan(kg)</td>
<td width="64" bgcolor="#e5e5e5">10 – 18 th</td>
<td width="88" bgcolor="#e5e5e5">Energi(kalori)18 – 30 th</td>
<td width="76" bgcolor="#e5e5e5">30 – 60 th</td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="57">Laki-laki</td>
<td width="76">55</td>
<td width="64">1625</td>
<td width="88">1514</td>
<td width="76">1499</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="57"></td>
<td width="76">60</td>
<td width="64">1713</td>
<td width="88">1589</td>
<td width="76">1556</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="57"></td>
<td width="76">65</td>
<td width="64">1801</td>
<td width="88">1664</td>
<td width="76">1613</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="57"></td>
<td width="76">70</td>
<td width="64">1889</td>
<td width="88">1739</td>
<td width="76">1670</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="57"></td>
<td width="76">75</td>
<td width="64">1977</td>
<td width="88">1814</td>
<td width="76">1727</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="57"></td>
<td width="76">80</td>
<td width="64">2065</td>
<td width="88">1889</td>
<td width="76">1785</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="57"></td>
<td width="76">85</td>
<td width="64">2154</td>
<td width="88">1964</td>
<td width="76">1842</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="57"></td>
<td width="76">90</td>
<td width="64">2242</td>
<td width="88">2039</td>
<td width="76">1899</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</dd>
</dl>
<h1><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Tabel 2. BMR untuk perempuan berdasarkan berat badan</span></h1>
<dl>
<dd>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="433" rules="COLS">
<col width="69"></col>
<col width="76"></col>
<col width="52"></col>
<col width="88"></col>
<col width="76"></col>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="69" bgcolor="#e5e5e5">Jenis kelamin</td>
<td width="76" bgcolor="#e5e5e5">Berat badan(kg)</td>
<td width="52" bgcolor="#e5e5e5">10 – 18 th</td>
<td width="88" bgcolor="#e5e5e5">Energi(kalori)18 – 30 th</td>
<td width="76" bgcolor="#e5e5e5">30 – 60 th</td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="69">Perempuan</td>
<td width="76">40</td>
<td width="52">1224</td>
<td width="88">1075</td>
<td width="76">1167</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="69"></td>
<td width="76">45</td>
<td width="52">1291</td>
<td width="88">1149</td>
<td width="76">1207</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="69"></td>
<td width="76">50</td>
<td width="52">1357</td>
<td width="88">1223</td>
<td width="76">1248</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="69"></td>
<td width="76">55</td>
<td width="52">1424</td>
<td width="88">1296</td>
<td width="76">1288</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="69"></td>
<td width="76">60</td>
<td width="52">1491</td>
<td width="88">1370</td>
<td width="76">1329</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="69"></td>
<td width="76">65</td>
<td width="52">1557</td>
<td width="88">1444</td>
<td width="76">1369</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="69"></td>
<td width="76">70</td>
<td width="52">1624</td>
<td width="88">1516</td>
<td width="76">1410</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="69"></td>
<td width="76">75</td>
<td width="52">1691</td>
<td width="88">1592</td>
<td width="76">1450</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</dd>
</dl>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><strong>Specific 	Dynamic Action</strong></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Bila seseorang dalam keadaan basal mengkonsumsi makanan maka akan terlihat peningkatan produksi panas. Produksi panas yang meningkat dimulai satu jam setelah pemasukan makanan, mencapai maksimum pada jam ketiga, dan dipertahankan diatas taraf basal selama 6 jam atau lebih. Kenaikan produksi panas diatas metabolisme basal yang disebabkan oleh makanan disebut specific dynamic action.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Specific dynamic action adalah penggunaan energi sebagai akibat dari makanan itu sendiri. Energi tersebut digunakan untuk mengolah makanan dalam tubuh, yaitu pencernaan makanan, dan penyerapan zat gizi, serta transportasi zat gizi.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Specific dynamic action dari tiap makanan atau lebih tepatnya zat gizi berbeda-beda. Specific dynamic action untuk protein berbeda dengan karbohidrat, demikian pula untuk lemak. Akan tetapi specific dynamic action dari campuran makanan besarnya kira-kira 10% dari besarnya basal metabolisme.</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><strong>Aktifitas 	fisik</strong></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Setiap aktifitas fisik memerlukan energi untuk bergerak. Aktifitas fisik berupa aktifitas rutin sehari-hari, misalnya membaca, pergi ke sekolah, bekerja sebagai karyawati kantor. Besarnya energi yang digunakan tergantung dari jenis, intensitas dan lamanya aktifitas fisik.</span></p>
<p><strong>Tabel 3 : Faktor aktifitas fisik (perkalian dengan BMR)</strong></p>
<dl>
<dd>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="397" rules="COLS">
<col width="174"></col>
<col width="79"></col>
<col width="100"></col>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="174" bgcolor="#e5e5e5">Tingkat aktifitas</td>
<td width="79" bgcolor="#e5e5e5">Laki-laki</td>
<td width="100" bgcolor="#e5e5e5">Perempuan</td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="174">Istirahat di tempat tidur</td>
<td width="79">1,2</td>
<td width="100">1,2</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="174">Kerja sangat ringan</td>
<td width="79">1,4</td>
<td width="100">1,4</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="174">Kerja ringan</td>
<td width="79">1,5</td>
<td width="100">1,5</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="174">Kerja ringan – sedang</td>
<td width="79">1,7</td>
<td width="100">1,6</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="174">Kerja sedang</td>
<td width="79">1,8</td>
<td width="100">1,7</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="174">Kerja berat</td>
<td width="79">2,1</td>
<td width="100">1,8</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="174">Kerja berat sekali</td>
<td width="79">2,3</td>
<td width="100">2,0</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</dd>
</dl>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Setiap aktifitas olahraga memerlukan energi untuk kontraksi otot. Olahraga dapat berupa olahraga aerobik maupun olahraga anaerobik. Besarnya energi yang digunakan tergantung dari jenis, intensitas dan lamanya aktifitas olahraga.</span></p>
<p><strong>Tabel 4.Kebutuhan energi berdasarkan aktifitas olahraga (kal/mnt)</strong></p>
<dl>
<dd>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="433" rules="GROUPS">
<col width="177"></col>
<col width="34"></col>
<col width="40"></col>
<col width="40"></col>
<col width="34"></col>
<col width="22"></col>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="177" bgcolor="#e5e5e5"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Aktifitas 					Olahraga</span></span></td>
<td width="34" bgcolor="#e5e5e5"></td>
<td width="40" bgcolor="#e5e5e5">Berat</td>
<td width="40" bgcolor="#e5e5e5">Badan</td>
<td width="34" bgcolor="#e5e5e5">(kg)</td>
<td width="22" bgcolor="#e5e5e5"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177" bgcolor="#e5e5e5"></td>
<td width="34" bgcolor="#e5e5e5">50</td>
<td width="40" bgcolor="#e5e5e5">60</td>
<td width="40" bgcolor="#e5e5e5">70</td>
<td width="34" bgcolor="#e5e5e5">80</td>
<td width="22" bgcolor="#e5e5e5">90</td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Balap sepeda : &#8211; 9 km/jam</td>
<td width="34">3</td>
<td width="40">4</td>
<td width="40">4</td>
<td width="34">5</td>
<td width="22">6</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">- 15 km/jam</td>
<td width="34">5</td>
<td width="40">6</td>
<td width="40">7</td>
<td width="34">8</td>
<td width="22">9</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">- bertanding</td>
<td width="34">8</td>
<td width="40">10</td>
<td width="40">12</td>
<td width="34">13</td>
<td width="22">15</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Bulutangkis</td>
<td width="34">5</td>
<td width="40">6</td>
<td width="40">7</td>
<td width="34">7</td>
<td width="22">9</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Bola basket</td>
<td width="34">7</td>
<td width="40">8</td>
<td width="40">10</td>
<td width="34">11</td>
<td width="22">12</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Bola voli</td>
<td width="34">2</td>
<td width="40">3</td>
<td width="40">4</td>
<td width="34">4</td>
<td width="22">5</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Dayung</td>
<td width="34">5</td>
<td width="40">6</td>
<td width="40">7</td>
<td width="34">8</td>
<td width="22">9</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Golf</td>
<td width="34">4</td>
<td width="40">5</td>
<td width="40">6</td>
<td width="34">7</td>
<td width="22">8</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Hockey</td>
<td width="34">4</td>
<td width="40">5</td>
<td width="40">6</td>
<td width="34">7</td>
<td width="22">8</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177"></td>
<td width="34"></td>
<td width="40"></td>
<td colspan="3" width="124"></td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Lanjutan ….</td>
<td width="34"></td>
<td width="40"></td>
<td width="40"></td>
<td width="34"></td>
<td width="22"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Jalan kaki : &#8211; 10 menit/km</td>
<td width="34">5</td>
<td width="40">6</td>
<td width="40">7</td>
<td width="34">8</td>
<td width="22">9</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">- 8   menit/km</td>
<td width="34">6</td>
<td width="40">7</td>
<td width="40">8</td>
<td width="34">10</td>
<td width="22">11</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">- 5   menit/km</td>
<td width="34">10</td>
<td width="40">12</td>
<td width="40">15</td>
<td width="34">17</td>
<td width="22">19</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Lari           : &#8211; 5,5 menit/km</td>
<td width="34">10</td>
<td width="40">12</td>
<td width="40">14</td>
<td width="34">15</td>
<td width="22">17</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">- 5    menit/km</td>
<td width="34">10</td>
<td width="40">12</td>
<td width="40">15</td>
<td width="34">17</td>
<td width="22">19</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">- 4,5 menit/km</td>
<td width="34">11</td>
<td width="40">13</td>
<td width="40">15</td>
<td width="34">18</td>
<td width="22">20</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">- 4    menit/km</td>
<td width="34">13</td>
<td width="40">15</td>
<td width="40">18</td>
<td width="34">21</td>
<td width="22">23</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Sepak Bola</td>
<td width="34">7</td>
<td width="40">8</td>
<td width="40">10</td>
<td width="34">11</td>
<td width="22">12</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Renang : &#8211; gaya bebas</td>
<td width="34">8</td>
<td width="40">10</td>
<td width="40">11</td>
<td width="34">12</td>
<td width="22">14</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">- gaya punggung</td>
<td width="34">9</td>
<td width="40">10</td>
<td width="40">12</td>
<td width="34">13</td>
<td width="22">15</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">- gaya dada</td>
<td width="34">8</td>
<td width="40">10</td>
<td width="40">11</td>
<td width="34">13</td>
<td width="22">15</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Senam</td>
<td width="34">3</td>
<td width="40">4</td>
<td width="40">5</td>
<td width="34">5</td>
<td width="22">6</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Senam aerobik : &#8211; pemula</td>
<td width="34">5</td>
<td width="40">6</td>
<td width="40">7</td>
<td width="34">8</td>
<td width="22">9</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">- terampil</td>
<td width="34">7</td>
<td width="40">8</td>
<td width="40">9</td>
<td width="34">10</td>
<td width="22">12</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177"></td>
<td width="34"></td>
<td width="40"></td>
<td width="40"></td>
<td width="34"></td>
<td width="22"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Tenis lapangan : &#8211; rekreasi</td>
<td width="34">4</td>
<td width="40">4</td>
<td width="40">5</td>
<td width="34">5</td>
<td width="22">6</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">- bertanding</td>
<td width="34">9</td>
<td width="40">10</td>
<td width="40">12</td>
<td width="34">14</td>
<td width="22">15</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Tenis meja</td>
<td width="34">3</td>
<td width="40">4</td>
<td width="40">5</td>
<td width="34">5</td>
<td width="22">6</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Tinju : &#8211; latihan</td>
<td width="34">11</td>
<td width="40">13</td>
<td width="40">15</td>
<td width="34">18</td>
<td width="22">20</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">- bertanding</td>
<td width="34">7</td>
<td width="40">8</td>
<td width="40">10</td>
<td width="34">11</td>
<td width="22">12</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Yudo</td>
<td width="34">10</td>
<td width="40">12</td>
<td width="40">14</td>
<td width="34">15</td>
<td width="22">17</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</dd>
</dl>
<p><strong>2. Cara Menghitung Kebutuhan Energi</strong></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Kebutuhan energi dapat dihitung berdasarkan komponen-komponen penggunaan energi. Berdasarkan komponen-komponen tersebut, terdapat 6 langkah dalam menghitung kebutuhan energi untuk setiap mahasiswa.</span></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Langkah 	1</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Tentukan status gizi mahasiswa dengan menggunakan indeks massa tubuh (IMT) dan presentase lemak tubuh. Indeks massa tubuh merupakan pembagian berat badan dalam kg oleh tinggi badan dalam satuan meter dikwadratkan. Sedangkan presentase lemak tubuh yaitu perbandingan antara lemak tubuh dengan masa tubuh tanpa lemak. Pengukuran lemak tubuh dilakukan dengan menggunakan alat skinfold caliper pada daerah trisep dan subskapula.</span></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Langkah 	2</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Tentukan basal metabolic rate (BMR) yang sesuai dengan jenis kelamin, umur dan berat badan. Caranya menentukan BMR dengan melihat tabel 1 atau tabel 2.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Tambahkan BMR dengan specific dynamic action (SDA) yang besarnya 10% BMR, BMR + SDA (10% BMR)</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tabel 1. BMR untuk laki-laki berdasarkan berat badan</span></span></p>
<dl>
<dd>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="457" rules="COLS">
<col width="63"></col>
<col width="76"></col>
<col width="64"></col>
<col width="94"></col>
<col width="88"></col>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="63" bgcolor="#e5e5e5">Jenis kelamin</td>
<td width="76" bgcolor="#e5e5e5">Berat badan(kg)</td>
<td width="64" bgcolor="#e5e5e5">10 – 18 th</td>
<td width="94" bgcolor="#e5e5e5">Energi (kalori)18 – 30 th</td>
<td width="88" bgcolor="#e5e5e5">30 – 60 th</td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="63">Laki-laki</td>
<td width="76">55</td>
<td width="64">1625</td>
<td width="94">1514</td>
<td width="88">1499</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="63"></td>
<td width="76">60</td>
<td width="64">1713</td>
<td width="94">1589</td>
<td width="88">1556</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="63"></td>
<td width="76">65</td>
<td width="64">1801</td>
<td width="94">1664</td>
<td width="88">1613</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="63"></td>
<td width="76">70</td>
<td width="64">1889</td>
<td width="94">1739</td>
<td width="88">1670</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="63"></td>
<td width="76">75</td>
<td width="64">1977</td>
<td width="94">1814</td>
<td width="88">1727</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="63"></td>
<td width="76">80</td>
<td width="64">2065</td>
<td width="94">1889</td>
<td width="88">1785</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="63"></td>
<td width="76">85</td>
<td width="64">2154</td>
<td width="94">1964</td>
<td width="88">1842</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="63"></td>
<td width="76">90</td>
<td width="64">2242</td>
<td width="94">2039</td>
<td width="88">1899</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</dd>
</dl>
<p>Tabel 2. BMR untuk perempuan berdasarkan berat badan</p>
<dl>
<dd>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="457" rules="COLS">
<col width="75"></col>
<col width="76"></col>
<col width="70"></col>
<col width="88"></col>
<col width="76"></col>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="75" bgcolor="#e5e5e5">Jenis kelamin</td>
<td width="76" bgcolor="#e5e5e5">Berat badan(kg)</td>
<td width="70" bgcolor="#e5e5e5">10 – 18 th</td>
<td width="88" bgcolor="#e5e5e5">Energi (kal)18 – 30 th</td>
<td width="76" bgcolor="#e5e5e5">30 – 60 th</td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="75">Perempuan</td>
<td width="76">40</td>
<td width="70">1224</td>
<td width="88">1075</td>
<td width="76">1167</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="75"></td>
<td width="76">45</td>
<td width="70">1291</td>
<td width="88">1149</td>
<td width="76">1207</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="75"></td>
<td width="76">50</td>
<td width="70">1357</td>
<td width="88">1223</td>
<td width="76">1248</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="75"></td>
<td width="76">55</td>
<td width="70">1424</td>
<td width="88">1296</td>
<td width="76">1288</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="75"></td>
<td width="76">60</td>
<td width="70">1491</td>
<td width="88">1370</td>
<td width="76">1329</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="75"></td>
<td width="76">65</td>
<td width="70">1557</td>
<td width="88">1444</td>
<td width="76">1369</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="75"></td>
<td width="76">70</td>
<td width="70">1624</td>
<td width="88">1516</td>
<td width="76">1410</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="75"></td>
<td width="76">75</td>
<td width="70">1691</td>
<td width="88">1592</td>
<td width="76">1450</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</dd>
</dl>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Langkah 	3</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Aktifitas fisik setiap hari ditentukan tingkatnya. Kemudian, hitung besarnya energi untuk aktifitas fisik tersebut (tanpa kegiatan olahraga). Pilihlah tingkat aktifitas fisik yang sesuai, baik untuk perhitungan aktifitas total maupun perhitungan aktifitas fisik yang terpisah dan jumlahkan. Gunakan tabel 3 untuk menentukan tingkat aktifitas total.</span></p>
<p>Tabel 3 : Faktor aktifitas fisik (perkalian dengan BMR)</p>
<dl>
<dd>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="457" rules="COLS">
<col width="177"></col>
<col width="100"></col>
<col width="136"></col>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="177" bgcolor="#e5e5e5">Tingkat aktifitas</td>
<td width="100" bgcolor="#e5e5e5">Laki-laki</td>
<td width="136" bgcolor="#e5e5e5">Perempuan</td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Istirahat di tempat tidur</td>
<td width="100">1,2</td>
<td width="136">1,2</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Kerja sangat ringan</td>
<td width="100">1,4</td>
<td width="136">1,4</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Kerja ringan</td>
<td width="100">1,5</td>
<td width="136">1,5</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Kerja ringan – sedang</td>
<td width="100">1,7</td>
<td width="136">1,6</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Kerja sedang</td>
<td width="100">1,8</td>
<td width="136">1,7</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Kerja berat</td>
<td width="100">2,1</td>
<td width="136">1,8</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="177">Kerja berat sekali</td>
<td width="100">2,3</td>
<td width="136">2,0</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</dd>
</dl>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Langkah 	4</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Kalikan faktor aktifitas fisik dengan BMR yang telah ditambah SDA</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Langkah 	5</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Tentukan penggunaan energi sesuai dengan latihan atau pertandingan olahraga dengan menggunakan tabel 4. Kalikan jumlah jam yang digunakan untuk latihan per minggu dengan besar energi yang dikeluarkan untuk aktifitas olahraga. Total energi yang didapatkan dari perhitungan energi dalam seminggu, kemudian dibagi dengan 7 untuk mendapatkan penggunaan energi yang dikeluarkan per hari. Tambahkan besarnya penggunaan energi ini dengan besarnya energi yang didapatkan dari perhitungan langkah 4.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>3.</strong> <strong>K</strong><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><strong>ebutuhan energi mahasiswa FIK UM semester V</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Dalam penghitungan energi mahasiswa FIK UM semester V ini hanya sesuai jadwal kuliah dan syarat maksimal sks yang harus diambil yaitu 22 sks (sesuai mata kuliah yang disajikan.</span></span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="529">
<col width="20"></col>
<col width="132"></col>
<col width="36"></col>
<col width="30"></col>
<col width="115"></col>
<col width="109"></col>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="20" height="17"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">No</span></td>
<td width="132"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Mata kuliah</span></td>
<td width="36"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">sks</span></td>
<td width="30"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">js</span></td>
<td width="115"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">tempat</span></td>
<td width="109"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Jenis Aktivitas</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="20" height="4"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">1</span></td>
<td width="132"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Kinesiologi</span></td>
<td width="36"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">2</span></td>
<td width="30"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">2</span></td>
<td width="115"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Kelas</span></td>
<td width="109"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Ringan</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="20" height="4"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">2</span></td>
<td width="132"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Penelitian 			penjas &amp; Olahraga</span></td>
<td width="36"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">4</span></td>
<td width="30"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">4</span></td>
<td width="115"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Kelas</span></td>
<td width="109"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Ringan-sedang</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="20" height="4"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">3</span></td>
<td width="132"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Teknik Penulisan 			Karya Ilmiah</span></td>
<td width="36"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">2</span></td>
<td width="30"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">2</span></td>
<td width="115"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Kelas</span></td>
<td width="109"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Ringan</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="20" height="5"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">4</span></td>
<td width="132"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Bahasa Inggris 			lanjutan 2</span></td>
<td width="36"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">2</span></td>
<td width="30"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">2</span></td>
<td width="115"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Kelas</span></td>
<td width="109"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Ringan</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="20" height="4"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">5</span></td>
<td width="132"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">T&amp;P Bolavoly 			2</span></td>
<td width="36"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">1</span></td>
<td width="30"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">2</span></td>
<td width="115"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Lapangan</span></td>
<td width="109"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Berat</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="20" height="4"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">6</span></td>
<td width="132"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">T&amp;P 			Bolabasket 2</span></td>
<td width="36"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">1</span></td>
<td width="30"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">2</span></td>
<td width="115"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Lapangan</span></td>
<td width="109"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Berat</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="20" height="4"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">7</span></td>
<td width="132"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">T&amp;P 			Sepakbola 2</span></td>
<td width="36"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">1</span></td>
<td width="30"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">2</span></td>
<td width="115"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Lapangan</span></td>
<td width="109"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Berat</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="20" height="4"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">8</span></td>
<td width="132"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">T&amp;P Bulu 			Tangkis 2</span></td>
<td width="36"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">1</span></td>
<td width="30"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">2</span></td>
<td width="115"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Lapangan</span></td>
<td width="109"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Berat</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="20" height="4"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">9</span></td>
<td width="132"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">T&amp;P Tenis 			lapangan 2</span></td>
<td width="36"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">1</span></td>
<td width="30"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">2</span></td>
<td width="115"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">lapangan</span></td>
<td width="109"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Berat</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="20" height="4"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">10</span></td>
<td width="132"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Kajian Kurikulum 			pendidikan Jasmani</span></td>
<td width="36"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">2</span></td>
<td width="30"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">2</span></td>
<td width="115"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">kelas</span></td>
<td width="109"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">ringan</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="20" height="4"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">11</span></td>
<td width="132"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Evaluasi Belajar 			siswa dalam penjas</span></td>
<td width="36"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">3</span></td>
<td width="30"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">3</span></td>
<td width="115"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Kelas</span></td>
<td width="109"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Ringan</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="20" height="4"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">12</span></td>
<td width="132"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">T&amp;P Komputer</span></td>
<td width="36"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">2</span></td>
<td width="30"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">2</span></td>
<td width="115"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Kelas</span></td>
<td width="109"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Ringan</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Analisis </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Kebutuhan energi mahasiswa FIK UM semester V selama masa perkuliahan tiap minggu dengan berat rata-rata 60 kg untuk putra dan 50 g untuk putrid</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Kebutuhan energi mahasiswa putra dengan berat 60 kg yaitu :</span></p>
<p>BMR mahasiswa	: 1589</p>
<p>SDA mahasiswa	: 10 % dari BMR =158,9    +</p>
<p>17474,9</p>
<p>Aktivitas sehari hari adalah akivitas ringan-sedang	:   1,7 * 17474.9 = 29707.33</p>
<p>Kuliah sepakbola	:		17474,9 * 8     =  139799,2</p>
<p>Kuliah basket		:		17474,9*  8     =  139799,2</p>
<p>Kuliah volley		:		17474,9*  3     =   52424,7</p>
<p>Kuliah bulu tangkis 	:		17474,9*  6     =  104849,4</p>
<p>Kuliah tennis lapangan	: 	17474,9*  4     =   69899,6     +</p>
<p><span style="font-family:Agency FB,sans-serif;"> </span></p>
<p>459590.1 kalori</p>
<p>Ditambah kebutuhan kalori sehari-hari  29707,33 + 459590.1 =  489297,43</p>
<p>Jadi kebutuhan kalori mahasiswa selama perkuliahan yaitu 489297,43 kalori.jika dihitung rata-rata kebutuhan perharinya yaitu 489297,43 : 5 =  97859,486 kalori.</p>
<p>Sesuai kebutuhan kalori perhari yaitu 97859,486 kalori maka mahasiswa putra dapat menyesuaikan asupan gizi agar seimbang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amore87.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amore87.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amore87.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amore87.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amore87.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amore87.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amore87.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amore87.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amore87.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amore87.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amore87.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amore87.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amore87.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amore87.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=76&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amore87.wordpress.com/2009/11/26/kebutuhan-kalori-mahasiswa-fik-um-semester-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fba062a05312f072361c75ade51d375?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amore87</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>juventus</title>
		<link>http://amore87.wordpress.com/2009/11/22/info-tim/</link>
		<comments>http://amore87.wordpress.com/2009/11/22/info-tim/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 12:08:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amore87</dc:creator>
				<category><![CDATA[juventini]]></category>
		<category><![CDATA[juventini indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[juventus]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah juventus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amore87.wordpress.com/2009/11/22/info-tim/</guid>
		<description><![CDATA[Berdiri: 1897 Alamat: C.so Galileo Ferraris, 32 &#8211; 10128 Italy Telpon: +39 011-65631 Ketua: Giovanni Cobolli Gigli Direktur: Alessio Secco Stadion: Olympic Sejarah Pertama didirikan oleh murid-murid sekolah Massimo D&#8217;Azeglio Lyceum di Turin pada 1897, Juventus memiliki nama awal Sport Club Juventus. Baru dua tahun kemudian berganti nama menjadi Foot-Ball Club Juventus. Namun di tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=54&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Berdiri: </strong>1897</p>
<p><strong>Alamat: </strong>C.so Galileo Ferraris, 32 &#8211; 10128 Italy</p>
<p><strong>Telpon: </strong>+39 011-65631</p>
<p><strong>Ketua: </strong>Giovanni Cobolli Gigli</p>
<p><strong>Direktur: </strong>Alessio Secco</p>
<p><strong>Stadion: </strong>Olympic</p>
<p><strong>Sejarah</strong></p>
<p>Pertama didirikan oleh murid-murid sekolah Massimo D&#8217;Azeglio Lyceum di Turin pada 1897, Juventus memiliki nama awal Sport Club Juventus. Baru dua tahun kemudian berganti nama menjadi Foot-Ball Club Juventus.</p>
<p>Namun di tahun 1906, Juventus sudah mengalami perpecahan. Beberapa staff memutuskan meninggalkan Juventus yang kemudian diikuti oleh presiden Alfredo Dick yang kemudian mendirikan klub baru berjuluk FBC Torino.</p>
<p>Merujuk pada sejarah, Juventus adalah klub Italia tersukses. Total 40 tropi dikoleksi dan Juventus adalah salah satu klub terbaik di dunia, dengan mengumpulkan 11 tropi internasional, yaitu rekor sembilan titel kompetisi UEFA dan dua gelar dunia, yang menjadikan mereka sebagai tim ketiga yang paling sering menang di Eropa dan keenam di dunia untuk kompetisi internasional antarklub.</p>
<p>Juventus juga memegang rekor terbanyak di Serie A Italia sebagai tim peraih juara terbanyak dengan 27 gelar dan memegang rekor juara secara berturut-turut, yaitu dari musim 1930/31 hingga 1934/35. Juventus juga memenangi Coppa Italia sebanyak sembilan kali dan sampai saat ini masih memegang rekor kemenangan secara keseluruhan.</p>
<p><strong>Posisi akhir musim 2008/09:</strong> Peringkat dua<br />
<strong><br />
Market Value:</strong> 279.650.000 euro<br />
<strong><br />
Tahun pertama masuk Serie A:</strong> 1929<br />
<strong><br />
Jumlah musim di Serie A: </strong>77 musim</p>
<p><strong>Nama Stadion:</strong> Stadion Olympic, Turin (Kapasitas: 27,994)</p>
<p><strong>Pemain Bintang:</strong><br />
- Alessandro Del Piero<br />
Bisa dibilang jika pemain ini adalah ikon Juventus, meski bukan merupakan pemain binaan klub yang bermarkas di Turin. Kapabilitasnya sebagai pemimpin tim, pengatur serangan atau pencetak gol tak patut diragukan lagi.</p>
<p>- Diego<br />
Musim ini akan menjadi musim pertamanya di Juventus. Meski demikian, publik Turin sudah meyakini jika pemain Brasil ini akan menjadi andalan Juventus di masa mendatang. Pasalnya, di beberapa kesempatan bersama klub lamanya dan timnas Samba, dia sudah menunjukkan kapabilitas sebagai pemain top di Eropa saat ini.</p>
<p>- Giogio Chiellini<br />
Dia menjadi andalan di lini belakang Juventus, dan kebetulan di timnas Italia. Itu artinya, kemampuannya sudah tak patut diragukan lagi.</p>
<p><strong>Formasi Tim:</strong><br />
4-4-2: Gianluigi Buffon, Cristian Molinaro, Giogio Chiellini, Fabio Cannavaro, Felipe Melo, Cristian Poulsen, Mauro Camoranesi, Diego, Alessandro Del Piero, Vincenzo Iaquinta, Amauri</p>
<p><strong>Pemain Cadangan:</strong><br />
Alex Manninger, Antonio Chimenti (K), Martin Caceres, Jonathan Zebina, Cristian Molinaro, Zdenek Grygera, Paolo de Ceglie, Nicola Legottaglie (B), Hasan Salihamidzic, Claudio Marchisio, Sebastian Giovinco, Mohamed Sissoko, Tiago (T), David Trezeguet (D)</p>
<p><strong>Nama Pelatih:</strong><br />
Ciro Ferrara</p>
<p><strong>Kegiatan Transfer:</strong><br />
Masuk: Diego (m, Werder Bremen), F Cannavaro (d, Real Madrid), Bianco (d, Bari), Almiron (m, Fiorentina), Paolucci (f, Catania), Felipe Melo (m, Fiorentina), Caceres (d, Barcelona)</p>
<p>Keluar: Nedved (m, retired), Knezevic (d, Livorno), Mellberg (d, Olympiacos), Zanetti (m, Fiorentina)<br />
<strong><br />
Jadwal Tim:</strong><br />
<a href="http://goal.com/id-ID/teams/italy/3/juventus/calendar">Klik Di sini</a><br />
<strong><br />
Prediksi 2009/10:</strong><br />
Komposisi tim Juventus musim ini terbilang komplit dan performa pra musim terbilang bagus. Jika bisa mempertahankan hasil positif dan tampil stabil sepanjang musim, Juventus sangat mungkin menjadi juara.</p>
<h2>Catatan Prestasi</h2>
<p><strong>Catatan Prestasi:</strong><br />
27 kali juara Serie A: 1905, 1925/26, 1930/31, 1931/32, 1932/33, 1933/34, 1934/35, 1949/50, 1951/52, 1957/58, 1959/60, 1960/61, 1966/67, 1971/72, 1972/73, 1974/75, 1976/77, 1977/78, 1980/81, 1981/82, 1983/84, 1985/86, 1994/95, 1996/97, 1997/98, 2001/02, 2002/03<br />
1 kali juara Serie B: 2006/07<br />
9 kali juara Coppa Italia: 1937/38, 1941/42, 1958/59, 1959/60, 1964/65, 1978/79, 1982/83, 1989/90, 1994/95.<br />
4 kali juara SuperCoppa Italia: 1995, 1997, 2002, 2003.<br />
2 kali juara Piala/Liga Champions: 1984/85, 1995/96.<br />
1 kali juara Piala Winner: 1983/84.<br />
1 kali juara Piala Intertoto: 1999/00.<br />
3 kali juara Piala UEFA: 1976/77, 1989/90, 1992/93.<br />
2 kali juara Piala Super Eropa: 1984, 1996.<br />
2 kali juara Piala Interkontinental: 1985, 1996.</p>
<p><a href="http://amore87.files.wordpress.com/2009/11/info-tim.doc">Info Tim</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amore87.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amore87.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amore87.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amore87.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amore87.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amore87.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amore87.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amore87.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amore87.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amore87.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amore87.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amore87.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amore87.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amore87.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=54&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amore87.wordpress.com/2009/11/22/info-tim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fba062a05312f072361c75ade51d375?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amore87</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Pencak Silat</title>
		<link>http://amore87.wordpress.com/2009/11/22/sejarah-pencak-silat/</link>
		<comments>http://amore87.wordpress.com/2009/11/22/sejarah-pencak-silat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 11:36:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amore87</dc:creator>
				<category><![CDATA[porto folio]]></category>
		<category><![CDATA[pencak silat]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah pencak silat]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amore87.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Pencak Silat sebagai bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia berkembang sejalan dengan sejarah masyarakat Indonesia. Dengan aneka ragam situasi geografis dan etnologis serta perkembangan zaman yang dialami oleh bangsa Indonesia, Pencak Silat dibentuk oleh situasi dan kondisinya. Kini Pencak Silat kita kenal dengan wujud dan corak yang beraneka ragam, namun mempunyai aspek-aspek yang sama. Pencak Silat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=46&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pencak Silat sebagai bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia berkembang sejalan dengan sejarah masyarakat Indonesia. Dengan aneka ragam situasi geografis dan etnologis serta perkembangan zaman yang dialami oleh bangsa Indonesia, Pencak Silat dibentuk oleh situasi dan kondisinya. Kini Pencak Silat kita kenal dengan wujud dan corak yang beraneka ragam, namun mempunyai aspek-aspek yang sama. Pencak Silat merupakan unsur-unsur kepribadian bangsa Indonesia yang dimiliki dari hasil budi daya yang turun temurun. Sampai saat ini belum ada naskah atau himpunan mengenai sejarah pembelaan diri bangsa Indonesia yang disusun secara alamiah dan dapat dipertanggung jawabkan serta menjadi sumber bagi pengembangan yang lebih teratur. Hanya secara turun temurun dan bersifat pribadi atau kelompok latar belakang dan sejarah pembelaan diri inti dituturkan. Sifat-sifat ketertutupan karena dibentuk oleh zaman penjajahan di masa lalu merupakan hambatan pengembangan di mana kini kita yang menuntut keterbukaan dan pemassalan yang lebih luas. Sejarah perkembangan Pencak Silat secara selintas dapat dibagi dalam kurun waktu.Pencak Silat adalah seni beladiri yang berakar pada rumpun Melayu. Seni beladiri ini banyak ditemukan di Brunei, Filipina, Indonesia, Malaysia,  Singapura, dan negara-negara yang berbatasan dengan negara etnis Melayu tersebut.<br />
Banyak ahli sejarah menyatakan bahwa Pencak Silat pertama kali ditemukan di Riau pada jaman kerajaan Sriwijaya di abad VII walaupun dalam bentuk  yang masih kasar. Seni beladiri Melayu ini kemudian menyebar ke seluruh wilayah kerajaan Sriwijaya, semenanjung Malaka, dan Pulau Jawa.<br />
Namun keberadaan Pencak Silat baru tercatat dalam buku sastra pada abad XI. Dikatakan bahwa Datuk Suri Diraja dari Kerajaan Pahariyangan di kaki gunung Merapi, telah mengembangkan silat Minangkabau disamping bentuk kesenian lainnya. Silat Minangkabau ini kemudian menyebar ke daerah lain seiring dengan migrasi para perantau. Seni beladiri Melayu ini mencapai puncak kejayaannya pada jaman kerajaan Majapahit di abad XVI. Kerajaan Majapahit memanfaatkan pencak silat sebagai ilmu perang untuk memperluas wilayah teritorialnya.<br />
Kerajaan Majapahit menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara. Hanya kerajaan Priyangan di tanah Pasundan yang tidak dapat dikuasai penuh oleh Kerajaan Majapahit. Tentara kerajaan Priyangan ini terkenal akan kehebatan pencak silatnya. Karena wilayahnya yang terisolir, dan terbatasnya pengaruh Majapahit, seni beladiri kerajaan Priyangan  hampir tidak mendapat  pengaruh dari silat Minangkabau. Pencak silat priyangan ini terkenal dengan nama Cimande.<br />
Para ahli sejarah dan kalangan pendekar pada umumnya sepakat bahwa berbagai aliran Pencak Silat yang berkembang dewasa ini, bersumber dari dua gaya yang berasal dari Sumatra Barat dan Jawa Barat seperti diuraikan di atas.<br />
Ciri khusus pada Pencak Silat adalah bagian kesenian yang di daerah-daerah tertentu terdapat tabuh iringan musik yang khas. Pada jalur kesenian ini terdapat kaidah-kaidah gerak dan irama yang merupakan suatu pendalaman khusus (skill). Pencak Silat sebagai seni harus menuruti ketentuan-ketentuan, keselarasan, keseimbangan, keserasian antara wirama, wirasa dan wiraga. Di beberapa daerah di Indonesia Pencak Silat ditampilkan hampir semata-mata sebagai seni tari, yang sama sekali tidak mirip sebagai olahraga maupun bela diri. Misalnya tari serampang dua belas di Sumatera Utara, tari randai di Sumatera Barat dan tari Ketuk Tilu di Jawa Barat. Para penari tersebut dapat memperagakan tari itu sebagai gerak bela diri yang efektif dan efisien untuk menjamin keamanan pribadi.<br />
Aspek-aspek Pencak Silat<br />
IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) mendefinisikan pencak silat sebagai suatu kesatuan dari empat unsur yaitu unsur seni, beladiri, olahraga, dan olahbatin.<br />
Unsur seni merupakan wujud budaya dalam bentuk kaidah gerak dan irama yang tunduk pada keseimbangan, keselarasan, dan keserasian.<br />
Unsur beladiri memperkuat naluri manusia untuk membela diri terhadap berbagai ancaman dan bahaya, dengan teknik dan taktik yang efektif.<br />
Unsur olahraga mengembangkan kegiatan jasmani untuk mendapatkan kebugaran, ketangkasan, maupun prestasi olahraga.<br />
Unsur olahbatin membentuk sikap dan kepribadian luhur dengan menghayati dan mengamalkan berbagai nilai dan norma adat istiadat yang mengandung makna sopan santun sebagai etika kalangan pendekar.<br />
Tujuan Pencak Silat yang ditempuh adalah “Mengolah raga dan mengolah batin untuk mencapai keluhuran budi guna mendapatkan kesempurnaan hidup, kebahagiaan dan kesejahteraan lahir – batin di dunia dan di akhirat” dengan mengajarkan Pencak Silat sebagai olah raga atas dasar jiwa yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat pula, meninggalkan semua yang menjadi larangan-larangan Tuhan dan melaksanakan semua perintah-perintahNya. (Mens sana in corpore sano en Amar ma’ruf nahi munkar).<br />
Gemblengan jasmani berupa pencak Silat dan rokhani berupa Iman dan Taqwa kepada Tuhan dengan melaksanan “Amar ma’ruf nahi munkar” secara konsekwen. Bahwa dengan berlatih Pencak Silat secara teratur manusia akan memiliki tubuh yang sehat lagi kuat dan jiwa yang sehat pula (mens sana in corpore sano) Bahwa dengan Iman dan Taqwa kepada Tuhan serta melaksanan Amar ma’ruf nahi munkar secara konsekwen manusia akan bahagia lahir dan batin di dunia dan di akhirat.</p>
<p>Tujuh  perkara pokok perikehidupan yang harus diamalkan:<br />
1.    Persatuan yaitu menjaga hubungan antar anggota da seluruh warga Indonesia sehingga terwujud sebagai bangsa yang kokoh dan kuat<br />
2.    Persamaan yaitu semua pendekar mempunyai kedudukan yang sama sebagai warga Negara dan tidak ada kesenjangan sosial<br />
3.    Persaudaraan yaitu semua pendekar dari setiap kelompok yang tergabung dalam IPSI adalah saudara yang harus saling menghormati,mengerti dan tepo seliro<br />
4.    Kemerdekaan yaitu bebas dalam memilih aliran atau kelompok silat tanpa ada paksaan atau ancaman dari pihak manapun<br />
5.    Tolong-menolong yaitu sikap saling tolong menolong sabagai salah satu sikap pendekar sejati tanpa melihat perguruan maupun kelompok<br />
6.    Musyawarah yaitu sebagai wahana untuk bermusyawarah dan bertukan pikiran<br />
7.    Pendidikan yaitu sebagai sarana untuk mendapat ilmu baik ilmu lahir maupun batin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amore87.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amore87.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amore87.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amore87.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amore87.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amore87.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amore87.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amore87.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amore87.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amore87.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amore87.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amore87.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amore87.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amore87.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=46&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amore87.wordpress.com/2009/11/22/sejarah-pencak-silat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fba062a05312f072361c75ade51d375?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amore87</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sejarah olahraga</title>
		<link>http://amore87.wordpress.com/2009/11/22/sejarah-olahraga-2/</link>
		<comments>http://amore87.wordpress.com/2009/11/22/sejarah-olahraga-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 11:33:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amore87</dc:creator>
				<category><![CDATA[porto folio]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah olahraga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amore87.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Prasejarah Banyak penemuan modern di Perancis, Afrika dan Australia pada lukisan gua (lihat seperti Lascaux) dari jaman prasejarah yang memberikan bukti kebiasaan upacara ritual. Beberapa dari bukti ini berasal dari 30.000 tahun yang lampau, berdasarkan perhitungan penanggalan karbon. Lukisan/Gambar-gambar jaman batu ditemukan di padang pasir Libya menampilkan beberapa aktivitas, renang dan memanah. [1] Seni lukis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=43&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Prasejarah<br />
Banyak penemuan modern di Perancis, Afrika dan Australia pada lukisan gua (lihat seperti Lascaux) dari jaman prasejarah yang memberikan bukti kebiasaan upacara ritual. Beberapa dari bukti ini berasal dari 30.000 tahun yang lampau, berdasarkan perhitungan penanggalan karbon. Lukisan/Gambar-gambar jaman batu ditemukan di padang pasir Libya menampilkan beberapa aktivitas, renang dan memanah. [1] Seni lukis itu sendiri adalah merupakan bukti pada ketertarikan pada keahlian yang tidak ada hubungannya dengan kemampuan untuk bertahan hidup, dan adalah bukti bahwa ada waktu luang untuk dinikmati. Ini juga membuktikan aktivitas non-fungsi lain seperti ritual dan sebagainya. Jadi, meskipun sedikit bukti yang secara langsung mengenai olahraga dari sumber-sumber ini, cukup beralasan untuk menyimpulkan bahwa ada beberapa aktivitas pada waktu itu yang berkenaan dengan olahraga.<br />
Kapten Cook, saat ia pertama kali datang ke Kepulauan Hawaii, pada tahun 1778, melaporkan bahwa penduduk asli berselancar. Masyarakat Indian Amerika asli bergabung dalam permainan-permainan dan olahraga sebelum kedatangan orang-orang Eropa, seperti lacrosse, beberapa jenis permainan bola, lari, dan aktivitas atletik lainnya. Suku Maya dan Aztec yang berbudaya memainkan permainan bola dengan serius. Lapangan yang digunakan dahulu masih digunakan sampai sekarang.<br />
Cukup beralasan untuk menyimpulkan dari sini dan sumber-sumber bersejarah lainnya bahwa olahraga memiliki akar yang bersumber dari kemanusiaan itu sendiri.<br />
Cina Kuno<br />
Terdapat artefak dan bangunan-bangunan yang menunjukkan bahwa orang Cina berhubungan dengan kegiatan yang kita definisikan sebagai olahraga di awal tahun 4000 SM. Awal dan perkembangan dari kegiatan olahraga di Cina sepertinya berhubungan dekat dengan produksi, kerja, perang, dan hiburan pada waktu itu.<br />
Senam sepertinya merupakan olahraga yang populer di Cina zaman dulu. Tentunya sekarang juga, seperti keahlian orang Cina dalam akrobat yang terkenal secara internasional.<br />
Cina memiliki Museum Beijing yang didedikasikan untuk subjek-subjek tentang olahraga di Cina dan sejarahnya. (Lihat Olahraga Cina, Museum )<br />
Mesir Kuno<br />
Monumen untuk Faraoh menunjukkan bahwa beberapa cabang olahraga diperhatikan perkembangannya dan dipertandingkan secara berkala beberapa ribu tahun yang lampau, termasuk renang dan memancing. Ini tidaklah mengejutkan mengingat pentingnya Sungai Nil bagi kehidupan orang Mesir. Olahraga yang lain termasuk lempar lembing, loncat tinggi, dan gulat. (Lihat referensi Olahraga Mesir Kuno) Lagi, keberadaan olahraga yang populer menunjukkan kedekatan dengan kegiatan non-olahraga sehari-hari.<br />
Yunani Kuno<br />
Banyaknya cabang olahraga sudah ada sejak jaman Kerajaan Yunani Kuno. Gulat, Lari, Tinju, lempar lembing dan lempar cakram, dan balap kereta kuda adalah olahraga yang umum. Ini menunjukkan bahwa Kebudayaan militer Yunani berpengaruh pada perkembangan olahraga mereka.<br />
Pertandingan Olimpiade diadakan setiap empat tahun sekali di Yunani. Pertandingan tidaklah diadakan hanya sebagai even olahraga saja, tetapi juga sebagai perayaan untuk kemegahan individu, kebudayaan, dan macam-macam kesenian dan juga tempat untuk menunjukkan inovasi di bidang arsitektur dan patung. Pada dasarnya, even ini adalah waktu untuk bersyukur dan menyembah para Dewa-Dewa kepercayaan Yunani. Nama even ini diambil dari Gunung Olympus, tempat suci yang dianggap tempat hidupnya para dewa. Gencatan senjata dinyatakan selama Pertandingan Olimpiade, seperti aksi militer dan eksekusi untuk publik ditangguhkan. Ini dilakukan agar orang-orang dapat merayakan dengan damai dan berkompetisi dalam suasana yang berbudaya dan saling menghargai.<br />
Eropa dan Perkembangan Global<br />
Beberapa ahli sejarah- tercatat Bernard Lewis- Menyatakan bahwa olahraga beregu adalah penemuan Kebudayaan Barat. Olahraga individu, seperti gulat dan panahan, sudah dipraktekkan di seluruh dunia. Tetapi tradisi olahraga beregu, menurut para penulis ini, berasal dari Eropa, khususnya Inggris. (Ada catatan yang berlawanan- termasuk Kabaddi di India dan beberapa permainan bola Mesoamerica.) Olahraga mulai diatur dan diadakan secara berkala sejak Olimpiade Kuno sampai pada abad ini. Aktivitas yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan makanan menjadi aktivitas yang diatur dan dilakukan untuk kesenangan atau kompetisi dalam skala yang meningkat, seperti berburu, memancing, hortikultur. Revolusi Industri dan Produksi massa menambahkan waktu luang, yang membolehkan meningkatnya penonton olahraga, berkurangnya elitisme dalam olahraga, dan akses yang lebih besar. Trend ini dilanjutkan dengan perjalanan media massa dan komunikasi global. Profesionalisme menjadi umum, lebih jauh meningkatkan popularitas olahraga. Ini mungkin kontras dengan ide murni orang Yunani, dimana kemenangan pada pertandingan dihargai dengan sangat sederhana, dan dihargai dengan daun zaitun. (Mungkin tidak hanya mahkota daun zaitun, beberapa penulis mencatat.)<br />
Mungkin karena reaksi dari keinginan hidup kontemporer, terdapat perkembangan olahraga yang paling baik dielaskan dengan post-modern: extreme ironing sebagai contohnya. Juga ada penemuan baru di bidang olahraga petualangan dalam bentuk melepaskan diri dari rutinitas kehidupan sehari-hari, contohnya white water rafting, canyoning, BASE jumping dan yang lebih sopan, orienteering.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amore87.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amore87.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amore87.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amore87.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amore87.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amore87.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amore87.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amore87.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amore87.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amore87.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amore87.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amore87.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amore87.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amore87.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amore87.wordpress.com&amp;blog=10227824&amp;post=43&amp;subd=amore87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amore87.wordpress.com/2009/11/22/sejarah-olahraga-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fba062a05312f072361c75ade51d375?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amore87</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
